Salam Persahabatan

SAMPAIKAN KOMENTAR ANDA

Jumat, 16 Maret 2012

SAMPAI



Ada yang terkubur di sela batu
Seonggok cinta yg didamba
Dalam tulang belulang kerinduan
Gempuran tanah yang menghitam
Bukan menolak takdir yang disuguhkan
Namun genderang asa ini tak pernah bisa berhenti
Sekalipun dihentikan
Dia tetap sering berbunyi
Seiring suara hati
Tembang kenangan yang tak pernah berhenti
Kubelah satu persatu
Dia tetap berbunyi
Sekalipun suaranya sumbang
Dawai rindu tetap membahana di kalbu
Tak ada kata letih untuk berjalan
Sampai bertemu di penghujung jalan
Sampai......

Kamis, 15 Maret 2012

KEMILAU SENJA

 
Kereta terus melaju
Meninggalkan jejak yang tertinggal
Lambaian tangannya berkelebat di pelupuk mata
Tatapan rindunya menggelorakan jiwa
Senyuman getirnya menghempaskan asa
Air mata menggenang di pelupuk mata
Tangan kecilku tak mampu menggapainya
Kereta terus melaju....
Tak sanggup dia mengejarku
Dia biarkan aku pergi
Tak ada upaya menyusulku
Atau bahkan menahan kepergianku
Dia menatapku penuh asa
Aku nyaris putus asa
Kereta segera berangkat
Tatapanku berbicara
Berharap dia memohon agar aku tak meninggalkannya
Namun...... tak ada kata
Genggamannya dibiarkan lepas

Kereta terus melaju.......
Lambaiannya semakin lemah dan jauh
Membiarkan tercabik dalam rasa
Kereta terus melaju......
Kutatap dibalik kaca
Bayangannya semakin kecil
Nyaris menghilang
Seolah meledakkan jiwa
Kereta terus melaju....
Suaranya menderu
Seperti rinduku yang selalu memburu
Rasaku yang terus berpadu
Tak pernah bisa hilang
Terus berpendar dalam kemilau senja......
Perjalanan ini masih panjang
Tak ada yang pernah tahu
Dimana dan kapan akan berhenti
Lajunya semakin melambat
Bilakah di ujung perjalanan
Aku kan bertemu
Tak pernah ada yang tahu.......

15 maret 2012





PEMILIH

Money Politic....
Dia bergentayangan
bak hantu menakutkan
ada, namun tak mampu ditangkap
karena tak ada yang mau bersaksi
sekalipun mengetahui
masing-masing menyelamatkan diri

dia bertebaran
terutama pada kaum miskin papa
atau pada kaum yang berpendidikan pas-pasan
atau kepada kaum tak berhati nurani
yang penting kepentingannya terpenuhi

dia menerjang
merusak mental2 yg tak punya iman
yang meratapi keadaan, terpuruk keimanan
sehingga dengan mudah tergoda lembaran2....

Inilah potret bangsaku
kapan kemajuan politik ini akan dicerahkan
kalau kekuasaan dengan mudah digadaikan
oleh lembaran rupiah yg ditawarkan
ditaburkan ke setiap pintu
bak pesta badai topan
memabukkan, membutakan hati nurani
atas nama lapar dan kekurangan
" Belilah aku, maka aku memilihmu "

"Kemiskinan mendekatkan pada kekufuran"
begitulah sang pembawa Risalah mensabdakan
inilah kenyataannya....
keyakinan dengan mudah dibeli
kebenaran tertutupi....

ahhh.....
Betapa banyak yang harus dikerjakan
kapankah mereka akan bisa disadarkan
ahhh.....

dimanakah yang katanya punya intelektual tinggi?
Kekayaan yang mumpuni?
Mereka rame2 pergi
menghindari pemilihan di tempatnya
tak lagi mau peduli
merasa apatis dengan kehidupan ini
merasa gagah menjadi GOLPUT
tidakah mereka sadari
tanpa disadari mereka sudah berkontribusi
pada apa yang terjadi di daerahnya
karena mereka ada di dalam sistim ini
mereka secara tidak langsung
ridho dan ikhlas dg kepemimpinan ini
sekalipun dalam kedholiman

ahhh....

Daftar Blog Saya